Kisah Nabi Shaleh Alaihis Salam

Ronies30
Ronies30
Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi.

Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama "Alhijir" terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan Risalah Nabi Hud Alaihis Salam.

Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud. Tanah tanah subur yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun kebun bunga yang indah, bangunan rumah rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung.

Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram, sejahtera, dan bahagia, merasa aman dari segala gangguan alamiah dan bahwa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.

Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan mereka adalah berhala berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mereka berqurban, tempat mereka minta perlindungan dari segala bala dan musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan. Mereka tidak dapat melihat atau memikirkan lebih jauh dan apa yang dapat mereka jangkau dengan panca indera.

Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan hamba hamba-Nya berada dalam kegelapan terus menerus tanpa diutusnya nabi pesuruh disisi-Nya untuk memberi penerangan dan memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat ke jalan yang benar.

Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab dan siksaan kepada suatu umat sebelum mereka diperingatkan dan diberi petunjuk oleh-Nya dengan perantara seorang yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasul-Nya.

Sunnatullah ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mereka telah diutuskan Nabi Shaleh, seorang yang telah dipilih-Nya dari suku mereka sendiri, dari keluarga yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik pandai, rendah hati, dan ramah tamah dalam pergaulan.

Dikenalkan mereka oleh Nabi Shaleh kepada Tuhan yang sepatutnya mereka sembah, Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah menciptakan mereka, menciptakan alam sekitar mereka, menciptakan tanah tanah yang subur yang menghasilkan bahan bahan keperluan hidup mereka, menciptakan binatang binatang yang memberi manfaat dan berguna bagi mereka, dan dengan demikian memberi kepada mereka kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagiaan lahir dan batin.

Tuhan Yang Esa itulah yang harus mereka sembah dan bukan patung patung yang mereka pahat sendiri dari batu batu gunung yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada mereka atau melindungi mereka dari ketakutan dan bahaya.

Nabi Saleh memperingatkan mereka bahwa ia adalah seorang dari pada mereka, terjalin antara dirinya dan mereka ikatan keluarga dan darah. Mereka adalah kaumnya dan sanak keluarganya dan dia adalah se-keturunan dan se-suku dengan mereka.

Ia mengharapkan kebaikan dan kebajikan bagi mereka dan sesekali tidak akan menjerumuskan mereka ke dalam hal hal yang akan membawa kerugian, kesengsaraan, dan kebinasaan bagi mereka.

Ia menerangkan kepada mereka bahwa ia adalah pesuruh dan utusan Allah, dan apa yang diajarkan dan didakwahkan kepada mereka adalah amanat Allah yang harus dia sampaikan kepada mereka untuk kebaikan mereka semasa hidup mereka dan sesudah mereka mati di akhirat kelak.

Ia mengharapkan kaumnya mempertimbangkan dan memikirkan dengan sungguh sungguh apa yang ia serukan dan anjurkan dan agar mereka segera meninggalkan persembahan kepada berhala berhala itu serta beriman kepada Allah Yang Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya atas dosa dan perbuatan syirik yang selama ini telah mereka lakukan.

Allah maha dekat kepada mereka, mendengarkan doa mereka dan memberi ampun kepada yang salah bila dimintanya.

Terperanjatlah kaum Saleh mendengar seruan dan dakwahnya yang bagi mereka merupakan hal yang baru yang tidak diduga akan datang dari saudara atau anak mereka sendiri. Maka, serentak ditolaklah ajakan Nabi Saleh kepada kaumnya.

Nabi Saleh memperingatkan mereka agar jangan menentangnya dan agar mengikuti ajakannya beriman kepada Allah yang telah mengaruniakan mereka rezeki yang luas dan penghidupan yang sejahtera. Diceritakan kepada mereka kisah kaum kaum yang mendapat siksa dan azab dari Allah karena menentang rasul-Nya dan mendustakan risalah-Nya.

Hal yang serupa itu dapat terjadi di atas mereka jika mereka tidak mau menerima dakwahnya dan mendengar nasihatnya, yang diberikannya secara ikhlas dan jujur sebagai seorang anggota dari keluarga besar mereka dan yang tidak mengharapkan atau menuntut upah dari pada mereka atas usahanya itu.

Ia hanya menyampaikan amanat Allah yang ditugaskan kepadanya dan hanya Allah yang akan memberinya upah serta ganjaran untuk usahanya memberi pimpinan dan tuntutan kepada mereka.

Sekelompok kecil dari kaum Tsamud yang kebanyakkannya terdiri dari orang orang yang kedudukan sosial lemah menerima dakwah Nabi Saleh dan beriman kepadanya, sedangkan sebagian yang terbesar terutama mereka yang tergolong orang orang kaya dan berkedudukan, tetap berkeras kepala dan menyombongkan diri menolak ajakan Nabi Saleh dan mengingkari kenabiannya.
Setelah gagal dan berhasil menghentikan usaha dakwah Nabi Saleh dan dilihatnya ia bahkan makin giat menarik orang orang mengikutinya dan berpihak kepadanya, para pemimpin dan pemuka kaum Tsamud berusaha hendak membendung arus dakwahnya yang makin lama makin mendapat perhatian, terutama dari kalangan bawahan menengah dalam masyarakat.

Mereka menentang Nabi Saleh dan meminta untuk membuktikan kenabiannya dengan suatu bukti mukjizat dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

Allah Memberi Mukjizat Kepada Nabi Saleh

Nabi Saleh sadar bahwa penentangan kaumnya yang menuntut bukti berupa mukjizat itu adalah bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya di mata kaumnya, terutama para pengikutnya bila ia gagal memenuhi tantangan dan tuntutan mereka.

Nabi Saleh membalas tantangan mereka dengan menuntut janji dengan mereka bila ia berhasil mendatangkan mukjizat yang mereka minta, bahwa mereka akan meninggalkan agama dan persembahan mereka serta akan mengikuti Nabi Saleh dan beriman kepadanya.

Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka pemuka kaum Tsamud, berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan serta tantangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu.

Ia memohon dari Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina yang dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.

Maka sejurus kemudian dengan izin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta, terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar dari perutnya seekor unta betina.

Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu, berkatalah Nabi Saleh kepada mereka,
"Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah ia mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendapatkan minum bagimu dan bagi ternakanmu juga. Dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya bila kamu sampai mengganggu binatang ini."
Kemudian, berkeliaranlah unta di ladang ladang, memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendapat gangguan. Dan ketika giliran minumnya tiba, pergilah unta itu ke sebuah perigi yang diberi nama perigi unta dan minumlah sepuas hatinya.

Dan pada hari hari giliran unta Nabi Saleh itu datang minum, tidak ada seekor binatang lain yang berani menghampirinya. Hal tersebut menimbulkan rasa tidak senang pada pemilik pemilik binatang itu yang makin hari makin merasakan bahwa adanya unta Nabi Saleh di tengah tengah mereka itu merupakan gangguan laksana duri yang melintang di dalam kerongkong.

Dengan berhasilnya Nabi Saleh mendatangkan mukjizat yang mereka tuntut, gagal lah para pemuka kaum Tsamud dalam usahanya untuk menjatuhkan kehormatan dan menghilangkan pengaruh Nabi Saleh, bahkan sebaliknya telah menambah tebal kepercayaan para pengikutnya dan menghilang banyak keraguan dari kaumnya.

Maka, dihasutlah oleh mereka pemilik pemilik ternak yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi Saleh yang merajalela di ladang dan kebun kebun mereka serta ditakuti oleh binatang binatang peliharaannya.

Unta Nabi Saleh Dibunuh

Persekongkolan diadakan oleh orang orang dari kaum Tsamud untuk mengatur rancangan pembunuhan unta Nabi Saleh. Dan selagi orang masih dibayangi oleh rasa takut dari azab yang diancam oleh Nabi Saleh bila untanya diganggu, di samping adanya dorongan keinginan yang kuat untuk melenyapkan binatang itu dari atas bumi mereka, muncullah tiba tiba seorang janda bangsawan yang kaya raya menawarkan akan menyerahkan dirinya kepada siapa yang dapat membunuh unta Nabi Saleh.

Di samping janda itu, ada seorang wanita lain yang mempunyai beberapa puteri cantik cantik menawarkan akan menghadiahkan salah seorang dari puteri puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu.

Dua macam hadiah yang menggiurkan dari kedua wanita itu, di samping hasutan para pemuka Tsamud mengundang dua orang lelaki bernama Mushadda' bin Muharrij dan Gudar bin Salif berkemas kemas akan melakukan pembunuhan untuk meraih hadiah yang dijanjikan di samping sanjungan dan pujian yang akan diterimanya dari para kafir suku Tsamud jika unta Nabi Saleh telah mati dibunuh.

Dengan bantuan tambahan tujuh orang lelaki, bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di mana biasanya tempat itu di lalui oleh unta dalam perjalanannya ke perigi, tempat ia minum. Dan begitu unta unta yang tidak berdosa itu lewat, lalu segeralah dipanah betisnya oleh Musadda' yang disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.

Dengan perasaan megah dan bangga, pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota untuk menyampaikan berita matinya unta Nabi Saleh yang mendapat sambutan sorak sorai dan teriakan gembira dari pihak musyrikin, seakan akan mereka kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan yang gilang gemilang.

Berkata mereka kepada Nabi Saleh,
" Wahai Saleh ! Untamu telah mati dibunuh, cobalah datangkan akan apa yang engkau katakan dulu akan ancamannya bila unta itu diganggu, jika engkau benar benar termasuk orang yang benar dalam kata katanya."
Nabi Saleh Alaihis Salam menjawab,
"Aku telah peringatkan kamu, bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya atas kamu jika kamu mengganggu unta itu. Dengan terbunuhnya unta itu, maka tunggulah engkau akan tibanya masa azab yang Allah telah janjikan dan telah aku sampaikan kepada kamu. Kamu telah menentang Allah dan terimalah kelak akibat tantanganmu kepada-Nya. Janji Allah tidak akan meleset. Kamu boleh bersuka ria dan bersenang senang selama tiga hari ini, kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari keempat. Demikianlah kehendak Allah dan taqdir-Nya yang tidak dapat ditunda atau dihalang."
Ada kemungkinan menurut sementara ahli tafsir, bahwa Allah melalui rasul-Nya Nabi Saleh memberi waktu tiga hari itu untuk memberi kesempatan, kalau kalau mereka sadar akan dosanya dan bertaubat minta ampun serta beriman kepada Nabi Saleh atas risalahnya.

Akan tetapi, dalam kenyataannya setelah tiga hari itu bahkan menjadi bahan ejekan kepada Nabi Saleh yang ditentangnya untuk mempercepat datangnya azab itu dan tidak usah ditangguhkan tiga hari lagi.

Turunnya Azab Allah Yang Dijanjikan

Nabi Saleh memberitahu kaumnya, bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mereka akan didahului dengan tanda tanda, yaitu pada hari pertama bila mereka terbangun dari tidurnya akan menemui wajah mereka menjadi kuning dan berubah menjadi merah, pada hari kedua menjadi hitam, pada hari ketiga dan hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.

Mendengar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh kepada kaumnya, kelompok sembilan orang ialah kelompok pembunuh unta merancang pembunuhan atas diri Nabi Saleh mendahului tibanya azab yang diancamkan itu.

Mereka mengadakan pertemuan rahasia dan bersumpah bersama akan melaksanakan rancangan pembunuhan itu di waktu malam, di saat orang masih tidur nyenyak untuk menghindari tuntutan balas darah oleh keluarga Nabi Saleh, jika diketahui identitas mereka sebagai pembunuhnya. Rancangan mereka ini dirahasiakan, sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapa pun kecuali kesembilan orang itu sendiri.

Ketika mereka datang ke tempat Nabi Saleh untuk melaksanakan rancangan jahatnya di malam yang gelap gulita dan sunyi senyap, berjatuhanlah di atas kepala mereka batu batu besar yang tidak diketahui dari arah mana datangnya dan yang seketika merebahkan mereka di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Demikianlah Allah telah melindungi rasul-Nya dari perbuatan jahat hamba hamba-Nya yang kafir.

Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah berangkatlah Nabi Saleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, sebuah tempat di Palestine, meninggalkan Hijir dan penghuninya, kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Kisah Nabi Saleh Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Saleh diceritakan oleh 72 ayat dalam 11 surah, di antaranya surah Al A'raaf ayat 73 sampai 79, surah Hud ayat 61 sampai 68, dan surah Al Qamar ayat 23 sampai 32.

Pelajaran Dari Kisah Nabi Saleh Alaihis Salam

Pelajaran yang menonjol yang dapat dipetik dari kisah Nabi Saleh ini ialah, bahwa dosa dan perbuatan mungkar yang dilakukan oleh sekelompok kecil warga masyarakat dapat berakibat negatif yang membinasakan masyarakat itu seluruhnya.

Lihatlah betapa kaum Tsamud menjadi binasa, hancur, dan bahkan tersapu bersih dari atas bumi karena dosa dan pelanggaran perintah Allah yang dilakukan oleh beberapa gelintir orang pembunuh unta Nabi Saleh Alaihis Salam.

Di sinilah letaknya hikmah perintah Allah agar kita melakukan amar makruf nahi mungkar. Karena dengan melakukan tugas amar makruf nahi mungkar yang menjadi fardu kifayah itu, setidak tidaknya kalau tidak berhasil mencegah kemungkaran yang terjadi di dalam masyarakat dan lindungan kita, kita telah membebaskan diri dari dosa menyetujui atau merestui perbuatan mungkar itu.

Bersikap pasif, acuh tak acuh terhadap maksiat dan kemungkaran yang berlaku di depan mata dapat diartikan sebagai persetujuan dan penyekutuan terhadap perbuatan mungkar itu.

Kata Kunci:
nabi saleh, nabi saleh keturunan nabi, nabi saleh diutus kepada kaum, nabi saleh adalah keturunan nabi, nabi saleh as adalah utusan, nabi saleh as adalah keturunan dari nabi, nabi saleh mengajak umatnya untuk, nabi saleh alaihissalam menghadapi kaumnya dengan gagah, nabi saleh alaihissalam adalah keturunan nabi, nabi saleh as diutus kepada kaum, nabi saleh as putra dari, nabi shaleh a.s adalah utusan, nabi shaleh a, nabi saleh berdakwah kepada kaum, nabi saleh berasal dari kaum, nabi saleh berdakwah dengan cara, nabi saleh berdakwah agar kaumnya dapat menghindari perilaku yang dilarang allah yaitu, nabi saleh berdoa kepada allah untuk memberikan, nabi saleh bersifat, nabi saleh berdakwa pada kaum, nabi saleh cerita, cerita nabi shaleh untuk anak, cerita nabi shaleh singkat, nabi saleh as menyelesaikan masalah dengan cara, cerpen nabi saleh, cara nabi saleh menunjukan mukjizat, nabi saleh diutus allah untuk kaum, nabi saleh diutus allah kepada kaum, nabi saleh dalam kristen, nabi saleh di alkitab, nabi saleh dan unta, nabi saleh dilahirkan di negara, nabi shaleh diutus untuk kaum, nabi saleh as, nabi saleh as adalah seorang nabi yang, nabi saleh as merupakan keturunan nabi nuh as yang ke, film nabi shaleh, nabi saleh gloria jeans, gelar nabi shaleh, nabi saleh menghadapi kaumnya dengan gagah, gambar nabi shaleh, nabi saleh grave, untanya nabi saleh, nabi saleh membimbing kaumnya ke jalan yang, julukan nabi shaleh, nabi saleh dikaruniai mukjizat berupa, nabi saleh as mempunyai mukjizat yakni berupa, nabi saleh keturunan nabi nuh yang ke, nabi saleh keturunan bani, nabi shaleh kaum, nabi saleh nabi ke berapa, nabi shaleh nabi ke berapa, nabi shaleh nabi ke, nabi saleh adalah keturunan dari nabi, nabi saleh lahir di, nabi saleh lahir dimana, nabi saleh lengkap, kisah nabi shaleh lengkap, kisah nabi shaleh lengkap dan singkat, kisah nabi saleh lengkap dari lahir sampai wafat, kisah nabi shaleh dari lahir sampai wafat, nabi saleh memiliki akhlak terpuji, nabi saleh menghadapi kaumnya dengan, nabi saleh mukjizatnya, nabi saleh mengajak kaumnya untuk menyembah, nabi saleh meninggal karena, nabi saleh mengajarkan kepada kita agar menjadi orang, nabi saleh mati karena, nabi saleh nabi yang ke, nabi saleh nabi yang keberapa nabi shaleh adalah nabi yang, nabi saleh putra dari nabi saleh palestine, nabi saleh putra, nabi saleh pindah ke, nabi shaleh pdf, nabi saleh pindah ke negara mana, nabi saleh pindah ke negeri, nabi saleh pindah ke palestina, nabi saleh adalah rasulullah artinya, nabi saleh menuju ramlah di, ringkasan nabi shaleh, riwayat nabi shaleh, nabi saleh tugasnya, nabi saleh tinggal di, nabi saleh terkenal dengan, nabi saleh telah didustakan kaumnya sehingga mereka, mendapat azab dari allah berupa, nabi saleh tinggal di kota, nabi saleh terkenal memiliki sikap, nabi saleh tinggal di daerah, nabi saleh termasuk salah seorang, nabi saleh village, video kisah nabi shaleh, nabi shaleh wasallam dipercaya penduduk mekah, nabi saleh wikipedia, nabi saleh wafat pada usia, nabi shaleh wafat dimakamkan di kota, nabi shaleh wasallam, nabi shaleh wasallam adalah utusan, nabi shaleh wafat di, nabi shaleh wafat pada usia, nabi sholeh as, zat nabi saleh adalah, pada zaman nabi saleh umatnya menyembah, kisah nabi shaleh kelas 2 sd, 2 keteladanan nabi saleh, 2 keberanian nabi shaleh, 3 keteladanan nabi saleh, 3 sikap nabi saleh, 3 sikap terpuji nabi saleh, 3 sikap nabi saleh sejak kecil, 3 mukjizat nabi saleh, 3 mukjizat nabi shaleh, 3 keteladanan nabi shaleh, 3 sifat terpuji nabi saleh, 3 sikap baik nabi shaleh, sebutkan 3 keteladanan nabi shaleh alaihissalam, sebutkan 3 sikap nabi saleh sejak kecil, nabi saleh keturunan ke 6 nabi

Komentar : Kisah Nabi Shaleh Alaihis Salam