Biografi Zainal Abidin

Nama lengkapnya Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib Al Qurasyi Al Hasyimi, biasa dipanggil Abu Husein dan masyhur dengan nama Zainal Abidin, karena keta'atan dan kebagusan ibadahnya. Ia juga biasa dipanggil dengan Ali Al Ashghar untuk membedakannya dengan saudaranya, Ali Al Akbar.

Ia dilahirkan di Madinah pada tahun 38 Hijriyah.

Ia ikut bersama ayahnya dalam peristiwa Karbala. Saat itu, ia sedang sakit sehingga pasukan Al Hajjaj Ats Tsaqafi tidak mengganggunya.

Ia adalah sosok yang terkenal bersahaja dan wara’i. Ia secara rahasia menafkahi 100 keluarga di kota Madinah. Informasi ini tidak diketahui khalayak umum kecuali setelah ia meninggal.

Setiap kali ia berwudhu’, maka warna kulitnya berubah menjadi kuning. Suatu ketika keluarganya bertanya, "Mengapa hal itu selalu terjadi di saat Anda berwudhu’ ?" Ia menjawab, "Tidakkah kalian tahu, di hadapan siapa aku hendak berdiri ?"

Ia meriwayatkan hadits dari ayahnya, Husein, dari Shafiyyah, Ummul Mukminin, dari Ibnu Abbas, dan Ummu Salamah.

Di antara perawi yang meriwayatkan hadits darinya adalah anak anaknya, Az Zuhri, Amr bin Binar, dan Hisyam bin Urwah.

Para ulama sepakat, bahwa ia adalah sosok yang mulia dan tsiqah.

Husein tidak memiliki keturunan, kecuali dari jalur Zainal Abidin. Tentang Zainal Abidin, Az Zuhri penah berkata, "Aku belum pernah melihat orang Quraisy yang lebih utama dan lebih pandai terhadap ajaran agama dari dia."

Ia pernah mengatakan, "Ya Allah, janganlah Engkau tundukkan aku kepada hawa nafsuku, sehingga aku lemah menghadapinya dan janganlah Engkau tundukkan aku kepada makhluk, sehingga mereka menelantarkan ku."

Zainal Abidin meninggal di Madinah pada tahun 94 Hijriyah dan jasadnya dimakamkan di makam pamannya, Hasan bin Ali.

Kata Kunci:
zainal abidin adalah, zainal abidin artinya, zainal abidin cicit rasulullah, zainal abidin cucu rasulullah, zainal abidin jejak rasul, zainal abidin meninggal, biografi zainal abidin

Baca juga

Posting Komentar