Kisah Nabi Ibrahim Alaihis Salam

Ronies30
Ronies30
Nabi Ibrahim adalah putra Azar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij bin Abir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh Alaihis Salam. Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama "Faddam A'ram" dalam kerajaan "Babylon" yang pada waktu itu di pimpin oleh seorang raja bernama "Namrud bin Kan'an."

Kerajaan Babylon pada masa itu termasuk kerajaan yang makmur, rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang maupun pandangan serta saranan saranan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mereka.

Akan tetapi, tingkatan hidup rohani mereka masih berada di tingkat jahiliyah. Mereka tidak mengenal Tuhan Pencipta mereka yang telah memberi karunia mereka dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mereka adalah patung patung yang mereka pahat sendiri dari batu batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

Raja mereka Namrud bin Kan'aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan tangan besi dan kekuasaan mutlak. Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang undang yang tidak dapat dilanggar atau di tawar.

Kekuasaan besar yang berada di tangannya itu dan kemewahan hidup berlebih lebihan yang ia nikmati, lama kelamaan menjadikan ia tidak puas dengan kedudukannya sebagai raja. Ia merasakan bahwa dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan.

Ia berfikir jika rakyatnya mau dan rela menyembah patung patung yang terbina dari batu yang tidak dapat memberi manfaat dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka, mengapa bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.

Dia yang dapat berbicara, dapat mendengar, dapat berfikir, dapat memimpin mereka, membawa kemakmuran bagi mereka dan melepaskan dari kesengsaraan serta kesusahan. Dia yang dapat mengubah orang miskin menjadi kaya dan orang yang hina hina diangkatnya menjadi orang mulia. Di samping itu semuanya, ia adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar dan luas.

Di tengah tengah masyarakat yang sedemikian buruknya, lahir dan di besarkanlah Nabi Ibrahim Alaihis Salam dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung.

Ia sebagai calon Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada kaumnya, jauh jauh telah di ilhami akal sehat, dan fikiran tajam, serta kesadaran, bahwa apa yang telah diperbuat oleh kaumnya termasuk ayahnya sendiri adalah perbuatan sesat yang menandakan kebodohan dan kecetekan fikiran dan bahwa persembahan kaumnya kepada patung patung itu adalah perbuatan mungkar yang harus diberantas dan diperangi agar mereka kembali kepada persembahan yang benar ialah persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan pencipta alam semesta ini.

Semasa remajanya, Nabi Ibrahim Alaihis Salam sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung patung buatannya, namun karena iman dan tauhid yang telah di ilhamkan oleh Tuhan kepadanya, ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang barang itu, bahkan secara mengejek ia menawarkan patung patung ayahnya kepada calon pembeli dengan kata kata ejekan.

Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah Mati Dihidupkan Kembali Oleh Allah

Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya, ingin lebih dahulu memperkuat iman dan keyakinannya, menenteramkan hatinya, serta membersihkannya dari keraguan yang mungkin sesekali mengganggu pikirannya dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk makhluk yang sudah mati.

Allah memperkenankan permohonan Nabi Ibrahim, lalu diperintahkanlah ia untuk menangkap empat ekor burung, setelah memperhatikan dan meneliti bagian tubuh burung itu, kemudian memotongnya menjadi berkeping keping, mencampur baurkan, dan kemudian tubuh burung yang sudak hancur luluh dan bercampur baur itu diletakkan di atas puncak setiap bukit dari empat bukit yang letaknya berjauhan satu dari yang lain.

Setelah dikerjakan apa yang telah di isyaratkan oleh Allah, lalu Nabi Ibrahim diperintahkan untuk memanggil burung burung yang sudah terkoyak koyak tubuhnya dan terpisah jauh tiap tiap bagian tubuh burung dari bagian yang lain.

Dengan izin Allah dan kuasa-Nya, datanglah empat ekor burung itu dalam keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya, lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya. Dilihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Allah yang Maha Kuasa dapat menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada.

Dan dengan demikian, tercapailah apa yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk menentramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan adanya keraguan di dalam iman serta keyakinannya, bahwa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dapat menghalangi atau menentangnya dan hanya kata "Kun" yang difirmankan oleh-Nya, maka terjadilah apa yang dikehendaki-Nya "Fayakun."

Nabi Ibrahim Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya

Aazar, ayah Nabi Ibrahim tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan dan menyembah berhala, ia adalah pedagang dari patung patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri dan dari padanya orang membeli patung patung yang dijadikan persembahan.

Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban pertama yang harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyadarkan ayah kandungnya dulu, orang yang terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh.

Beliau merasakan bahwa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya untuk beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan dengan kata kata yang halus, ia datang kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahwa ia telah di ilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya.

Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut, gerangan apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala seperti kaum lainnya, padahal ia mengetahui bahwa berhala berhala itu tidak berguna sedikit pun dan tidak dapat mendatangkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian atau musibah.

Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala berhala itu adalah semata mata ajaran syaitan yang memang menjadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi.

Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan ajakannya untuk berpaling dari berhala berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan, memberi mereka rezeki dan kenikmatan hidup, serta menguasakan bumi dengan segala isinya kepada manusia.

Aazar menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata kata seruan Nabi Ibrahim yang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patut, bahwa putranya telah berani mengecam dan menghina kepercayaan ayahnya, bahkan mengajaknya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa.

Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya, tetapi dinyatakannya dalam kata kata yang kasar dan makian seakan akan tidak ada hubungan diantara mereka.

Nabi Ibrahim menerima kemarahan, pengusiran, dan kata kata kasar ayahnya dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah. Lalu keluarlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih dan prihatin karena tidak berhasil mengangkat ayahnya dari lembah syirik dan kufur.

Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala Berhala

Kegagalan Nabi Ibrahim dalam usahanya dalam menyadarkan ayahnya yang tersesat itu sangat menusuk hatinya karena ia sebagai putra yang baik ingin sekali melihat ayahnya berada dalam jalan yang benar, dan terangkat dari lembah kesesatan dan syirik. Namun ia sadar bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah dan bagaimana pun ia ingin dengan sepenuh hatinya agar ayahnya mendapat hidayah, bila belum dikehendaki oleh Allah, maka sia sialah keinginan dan usahanya.

Penolakan ayahnya terhadap dakwahnya dengan cara yang kasar dan kejam itu tidak sedikit pun mempengaruhi ketetapan hatinya dan melemahkan semangatnya untuk berjalan terus memberi penerangan kepada kaumnya untuk menyapu bersih persembahan persembahan yang bathil dan kepercayaan kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid serta iman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Nabi Ibrahim tidak henti hentinya dalam setiap kesempatan mengajak kaumnya berdialog dan bermujadalah tentang kepercayaan yang mereka anut dan ajaran yang ia bawa.

Dan ternyata bahwa bila mereka sudah tidak berdaya menolak dan menyanggah alasan alasan serta dalil dalil yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim tentang kebenaran ajarannya dan juga kebathilan kepercayaan mereka, maka dalil dan alasan usanglah yang mereka kemukakan yaitu bahwa mereka hanya meneruskan apa yang dilakukan oleh bapa dan nenek moyang mereka dan sesekali mereka tidak akan melepaskan kepercayaan dan agama yang telah mereka warisi.

Nabi Ibrahim pada akhirnya merasa tidak bermanfaat lagi berdebat dan bermujadalah dengan kaumnya yang berkepala batu dan yang tidak mau menerima keterangan dan bukti bukti nyata yang dikemukakan olehnya dan selalu berpegang pada satu satunya alasan, bahwa mereka tidak akan menyimpang dari cara persembahan nenek moyang mereka, walaupun oleh Nabi Ibrahim dinyatakan berkali kali bahwa mereka dan bapa bapa mereka keliru dan tersesat mengikuti jejak syaitan dan iblis.

Nabi Ibrahim kemudian merancang akan membuktikan kepada kaumnya dengan perbuatan yang nyata yang dapat mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa berhala berhala dan patung patung mereka benar benar tidak berguna bagi mereka dan bahkan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

Sudah menjadi tradisi dan kebiasaan penduduk kerajaan Babylon, bahwa setiap tahun mereka keluar kota beramai ramai pada suatu hari raya yang mereka anggap sebagai keramat.

Berhari hari mereka tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkemah dengan membawa bekal makanan dan minuman yang cukup. Mereka bersuka ria dan bersenang senang sambil meninggalkan kota mereka kosong dan sunyi.

Mereka berseru dan mengajak semua penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai ramai menghormati hari hari suci itu. Nabi Ibrahim yang juga diajak, turut serta berlagak berpura pura sakit dan di izinkanlah ia tinggal di rumah, apalagi mereka merasa khawatir bahwa penyakit Nabi Ibrahim yang dibuat buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mereka jika ia turut serta.

Inilah kesempatan yang di nantikan oleh Nabi Ibrahim ketika melihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung burung yang berkicau, suara daun daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang.

Dengan membawa sebuah kapak ditangannya, ia pergi menuju tempat peribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci, dan hanya sederetan patung patung yang terlihat di serambi tempat peribadatan itu.

Kemudian disepak, ditampar patung patung itu, dan dihancurkan berpotong potong dengan kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak diganggu yang pada lehernya dikalungkanlah kapak Nabi Ibrahim.

Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, ketika pulang dari berpesta ria di luar kota dan melihat keadaan patung patung, tuhan tuhan mereka hancur berantakan dan menjadi potongan potongan terserak serak di atas lantai.

Selidik punya selidik, akhirnya terdapat kepastian yang tidak diragukan lagi bahwa Nabi Ibrahim yang merusak dan memusnahkan patung patung itu. Rakyat kota beramai ramai membicarakan kejadian yang dianggap suatu kejadian atau penghinaan yang tidak dapat diampuni terhadap kepercayaan dan persembahan mereka.

Suara marah, jengkel, dan kutukan terdengar dari segala penjuru, dan menuntut agar si pelaku diminta bertanggung jawab dalam suatu pengadilan terbuka, di mana seluruh rakyat penduduk kota dapat turut serta menyaksikannya.

Dan memang itulah yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim agar pengadilannya dilakukan secara terbuka di mana semua warga masyarakat dapat turut menyaksikannya. Karena dengan cara demikian, beliau dapat berdakwah secara terselubung menyerang kepercayaan mereka yang bathil dan sesat itu.

Seraya menerangkan kebenaran agama dan kepercayaan yang ia bawa, kalau diantara yang hadir ada yang masih boleh diharapkan terbuka hatinya bagi iman dari tauhid yang ia ajarkan dan dakwahkan. Hari pengadilan telah ditentukan dan datang rakyat dari segala pelosok berduyung duyung mengujungi padang terbuka yang disediakan untuk sidang pengadilan itu.

Ketika Nabi Ibrahim datang menghadap para hakim yang akan mengadilinya, ia disambut oleh para hadirin dengan teriakan kutukan dan cercaan, menandakan sangat gusarnya para penyembah berhala terhadap beliau yang telah berani menghancurkan persembahan mereka.

Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh para hakim,
"Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusak tuhan tuhan kami ?"
Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim menjawab pertanyaan hakim,
"Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya. Coba tanya saja kepada patung patung itu, siapakah yang menghancurkannya."
Para hakim terdiam sejenak, seraya melihat yang satu kepada yang lain dan berbisik bisik, seakan akan Ibrahim yang mengandungi ejekan itu. Kemudian berkata para hakim,
"Engkaukan tahu bahwa patung patung itu tidak dapat bercakap dan berkata, mengapa engkau minta kami bertanya kepadanya ?"
Tibalah waktunya yang memang dinantikan oleh Nabi Ibrahim, maka sebagai jawaban atas pertanyaan yang terakhir itu, Nabi Ibrahim berpidato membentangkan kebathilan persembahan mereka, yang mereka pertahankan mati matian, semata mata hanya karena adat itu adalah warisan nenek moyang mereka.

Berkata Nabi Ibrahim kepada para hakim itu,
"Jika demikian halnya, mengapa kamu sembah patung patung itu, yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat, dan tidak dapat mendengar, tidak dapat membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari kehancuran dan kebinasaan ? Alangkah bodohnya kamu dengan kepercayaan dan persembahan kamu itu ! Tidakkah dapat kamu berfikir dengan akal yang sehat, bahwa persembahan kamu adalah perbuatan yang keliru yang hanya dipahami oleh syaitan. Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam sekeliling kamu, dan menguasakan kamu di atas bumi dengan segala isi serta kekayaan. Alangkah hinanya kamu dengan persembahan kamu itu."
Setelah selesai, Nabi Ibrahim menguraikan pidatonya itu, para hakim memutuskan keputusan bahwa Nabi Ibrahim harus dibakar hidup hidup sebagai ganjaran atas perbuatannya menghina dan menghancurkan tuhan tuhan mereka, maka berserulah para hakim kepada rakyat yang hadir menyaksikan pengadilan itu,
"Bakarlah ia dan belalah tuhan-tuhanmu, jika kamu benar benar setia kepadanya."

Nabi Ibrahim di Bakar Hidup hidup

Keputusan mahkamah telah dijatuhkan, Nabi Ibrahim harus dihukum dengan di bakar hidup hidup dalam api yang besar, sebesar dosa yang telah dilakukan. Persiapan bagi upacara pembakaran yang akan disaksikan oleh seluruh rakyat sedang diaturkan.

Tanah lapang bagi tempat pembakaran telah disediakan dan diadakan pengumpulan kayu bakar dengan banyaknya dimana tiap penduduk secara gotong royong harus mengambil bagian mereka membawa kayu bakar sebanyak yang ia dapat sebagai tanda bakti kepada tuhan tuhan persembahan mereka yang telah dihancurkan oleh Nabi Ibrahim.

Berbondong bondong lah para penduduk dari segala penjuru kota membawa kayu bakar sebagai sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mereka. Di antaranya terdapat para wanita hamil dan orang sakit yang membawa sumbangan kayu bakarnya dengan harapan memperoleh berkah dari tuhan tuhan mereka dengan menyembuhkan penyakit mereka atau melindungi yang hamil di kala ia bersalin.

Setelah terkumpul kayu bakar di lapangan yang telah disediakan untuk upacara pembakaran dan tertumpuk serta tersusun laksana sebuah bukit, berbondong bondong orang datang untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri Nabi Ibrahim. Kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang dahsyat sedang berterbangan di atasnya berjatuhan terbakar oleh panasnya uap yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu.

Kemudian dalam keadaan terbelenggu, Nabi Ibrahim didatangkan dan dari atas sebuah gedung yang tinggi dilemparkanlah ia kedalam tumpukan kayu yang menyala nyala itu dengan iringan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
"Hai api, jadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim."
Sejak keputusan hukuman dijatuhkan sampai saat ia dilemparkan ke dalam bukit api yang menyala-nyala itu, Nabi Ibrahim tetap menunjukkan sikap tenang dan tawakkal karena iman dan keyakinannya, bahwa Allah tidak akan rela melepaskan hamba pesuruhnya menjadi makanan api dan korban keganasan orang orang kafir, musuh Allah.

Dan memang demikianlah apa yang terjadi ketika ia berada dalam perut bukit api yang dahsyat itu, ia merasa dingin sesuai dengan seruan Allah, pelindungnya dan hanya tali temali serta rantai yang mengikat tangan dan kakinya yang terbakar hangus.

Sedangkan tubuh dan pakaian yang terlekat pada tubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api. Hal tersebut merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya, Nabi Ibrahim, agar dapat melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan kepadanya kepada hamba hamba Allah yang tersesat itu.

Para penonton upacara pembakaran merasa heran tercengang ketika melihat Nabi Ibrahim keluar dari bukit api yang sudah padam dan menjadi abu itu dalam keadaan selamat, utuh dengan pakaiannya yang tetap seperti biasa, tidak ada tanda tanda sentuhan api sedikit pun.

Mereka mulai meninggalkan lapangan dalam keadaan heran seraya bertanya tanya kepada diri sendiri dan di antara satu sama lain, bagaimana hal yang ajaib itu terjadi, padahal menurut anggapan mereka, dosa Nabi Ibrahim sudah nyata mendurhakai tuhan tuhan yang mereka puja dan sembah.

Ada sebahagian dari pada mereka yang dalam hati kecilnya mulai meragui kebenaran agama mereka, namun tidak berani melahirkan rasa ragu ragunya itu kepada orang lain, sedang para pemuka dan para pemimpin mereka merasa kecewa dan malu, karena hukuman yang mereka jatuhkan ke atas diri Nabi Ibrahim dan kesibukan rakyat mengumpulkan kayu bakar selama berminggu minggu telah berakhir dengan kegagalan, sehingga mereka merasa malu kepada Nabi Ibrahim dan para pengikutnya.

Mukjizat yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada Nabi Ibrahim sebagai bukti nyata akan kebenaran dakwahnya, telah menimbulkan kegoncangan dalam kepercayaan sebagian penduduk terhadap persembahan dan patung patung mereka dan membuka mata hati banyak dari pada mereka untuk memikirkan kembali ajakan Nabi Ibrahim dan dakwahnya.

Bahkan tidak kurang dari pada mereka yang ingin menyatakan imannya kepada Nabi Ibrahim, namun khawatir akan mendapat kesukaran dalam hidupnya akibat kemarahan dan balas dendam para pemuka serta para pembesarnya yang mungkin akan menjadi hilang akal jika merasakan bahwa pengaruhnya telah beralih ke pihak Nabi Ibrahim.

Kata Kunci:
nabi ibrahim mendapat siksaan dari seorang raja yang bernama, nabi ibrahim as dalam dakwahnya juga mendapat halangan dari seorang raja yang bernama, nabi ibrahim alaihissalam mendapat siksaan dari seorang raja yang bernama raja, nabi ibrahim dikhitan pada usia, nabi ibrahim a.s mendapat wahyu untuk menyembelih putranya ismail melalui, nabi ibrahim as menerima suhuf sebanyak, nabi ibrahim berkhitan pada usia, nabi ibrahim juga menerima wahyu dari allah dalam bentuk, nabi ibrahim as mengkhitankan nabi ismail as ketika beliau, nabi ibrahim as melaksanakan tugasnya berhadapan dengan, nabi ibrahim as menerima himpunan wahyu disebut, nabi ibrahim adalah, do a nabi ibrahim, do a nabi ibrahim ketika dibakar, nabi ibrahim a.s dilahirkan di, nabi ibrahim a.s. hidup pada masa, nabi ibrahim a.s melaksanakan tugasnya berhadapan dengan, nabi ibrahim berkhitan dengan menggunakan, nabi ibrahim berapa suhuf, nabi ibrahim berkhitan menggunakan, nabi ibrahim berkhitan ketika usia, nabi ibrahim berasal dari, nabi ibrahim berdakwah kepada raja, nabi ibrahim bernama, nabi ibrahim cerdas dalam berdiplomasi beliau mustahil memiliki sifat, nabi ibrahim cerita, nabi ibrahim cerita anak, nabi ibrahim cerita singkat, nabi ibrahim cicak, nabi ibrahim cincang burung, kisah nabi ibrahim cerita singkat, nabi ibrahim adalah contoh orang yang, nabi ibrahim dalam dakwahnya juga mendapat halangan dari seorang raja yang bernama, nabi ibrahim dikhitan menggunakan, nabi ibrahim dilahirkan di, nabi ibrahim dikenal dengan sebutan, nabi ibrahim dibakar, nabi ibrahim dilahirkan di kota, nabi ibrahim dibakar oleh raja, doa nabi ibrahim, doa nabi ibrahim ketika dibakar, doa nabi ibrahim untuk anak cucu, doa nabi ibrahim ketika dibakar latin, doa nabi ibrahim minta keturunan, doa nabi ibrahim minta rezeki, doa nabi ibrahim untuk negeri, doa nabi ibrahim ketika sakit, nabi ibrahim dan 4 ekor burung, nabi ibrahim father, nabi ibrahim family tree, nabi ibrahim father name, nabi ibrahim meninggalkan faddam aram menuju kisah nabi ibrahim full, nabi ibrahim lahir di, cerita nabi ibrahim full, fakta tentang nabi ibrahim, nabi ibrahim gelaran, nabi ibrahim gelar, nabi ibrahim gambar, nabi ibrahim mendapat gelar, nabi ibrahim memiliki gelar, nabi ibrahim mendapat gelar khalilullah artinya, nabi ibrahim diberi gelar, nabi ibrahim mendapat gelar rasul ulul azmi karena, nabi ibrahim hidup pada masa raja, nabi ibrahim hidup pada zaman raja, nabi ibrahim hidup di zaman raja, nabi ibrahim hidup pada masa, nabi ibrahim hidup pada tahun, nabi ibrahim hidup, nabi ibrahim hidup pada zaman, nabi ibrahim hidup pada masa raja zalim yang bernama, apa yang dilakukan nabi ibrahim, nabi ibrahim istrinya, nabi ibrahim istrinya berapa, nabi ibrahim ingin melihat allah, nabi ibrahim ingin menjadi umat muhammad, nabi ibrahim ismail, nabi ibrahim itu siapa, nabi ibrahim jumlah suhuf, nabi ibrahim juga menerima wahyu dari allah dalam bentuk a buku b suhu c kertas d kitab, nabi ibrahim juga termasuk rasul ulul azmi yang artinya, nabi ibrahim juga dikenal sebagai, nabi ibrahim juga mendapat julukan khalilullah yang artinya, raja zaman nabi ibrahim, nabi ibrahim jawa, nabi ibrahim khitan, nabi ibrahim kitabnya, nabi ibrahim khitan umur, nabi ibrahim keturunan dari, nabi ibrahim kitab, nabi ibrahim lahir di kota, nabi ibrahim lahir pada tahun, nabi ibrahim lahir pada zaman raja, nabi ibrahim lahir tahun berapa, nabi ibrahim lahir hari apa, nabi ibrahim lahir pada hari apa, nabi ibrahim lahir di kota mana, nabi ibrahim mendapatkan siksaan dari seorang raja yang bernama raja, nabi ibrahim menerima suhuf sebanyak, nabi ibrahim mendapat perintah untuk berkurban menyembelih anaknya pada bulan dzulhijjah hari ke, nabi ibrahim menerima wahyu dari allah dalam bentuk, nabi ibrahim melaksanakan tugasnya berhadapan dengan, nabi ibrahim menerima wahyu dari allah berupa, nabi ibrahim menerima berapa suhuf, nabi ibrahim istri, nabi ibrahim dalam islam, nabi ibrahim nabi ke berapa, nabi ibrahim nabi ke, nabi ibrahim nabi nuh nabi musa nabi isa dan nabi muhammad termasuk rasul, nabi ibrahim nabi nuh nabi musa nabi isa nabi muhammad termasuk rasul, nabi ibrahim nabi nuh nabi musa nabi isa dan nabi muhammad saw termasuk rasul, nabi ibrahim nabi muhammad, nabi ibrahim nabi musa nabi daud dan nabi muhammad yang tidak termasuk nabi ulul azmi adalah, nabi ibrahim orang mana, nabi ibrahim orang arab, nabi ibrahim dibakar oleh raja namrud karena, nabi ibrahim dikhitan oleh, nabi ibrahim diusir oleh ayahnya karena ia tidak mau menyembah, nabi ibrahim diutus oleh allah pada saat keadaan masyarakat, nabi ibrahim diperintahkan oleh allah untuk pindah ke negeri, nabi ibrahim putra, nabi ibrahim putra dari, nabi ibrahim pernah diperintahkan allah untuk menyembelih, nabi ibrahim punya anak berapa, nabi ibrahim pernah selamat dari api menunjukkan bahwa allah itu, nabi ibrahim punya anak, nabi ibrahim punya istri berapa, nabi ibrahim pernah menyangka matahari sebagai, nabi ibrahim qurban, kisah nabi ibrahim qurban ismail, istri nabi ibrahim qanthura, doa nabi ibrahim qurban, nabi ibrahim dalam al quran, kisah nabi ibrahim tentang qurban singkat, quotes nabi ibrahim, kisah nabi ibrahim dalam al quran, tentang nabi ibrahim alaihissalam, tentang nabi ibrahim, profil nabi ibrahim, nabi ibrahim rela mengorbankan ismail karena, nabi ibrahim raja namrud, nabi ibrahim rumaysho, nabi ibrahim rasul ke berapa, nabi ibrahim rela putra kesayangannya disembelih untuk dijadikan kurban peristiwa kurban menunjukkan, nabi ibrahim rela meninggalkan anak dan istrinya demi, nabi ibrahim termasuk rasul ulul azmi karena ia memiliki, nabi ibrahim dihukum raja namrud dengan dibakar api karena, nabi ibrahim sunat umur berapa, nabi ibrahim suhuf, nabi ibrahim sangat senang menjamu tamunya hal ini menunjukkan bahwa beliau bersifat, nabi ibrahim sunat, nabi ibrahim sering disebut sebagai abul anbiya yang artinya, nabi ibrahim selamat dari api, nabi ibrahim saat dibakar, nabi ibrahim sangat taat kepada allah sehingga memiliki julukan mustafa, nabi ibrahim as, nabi ibrahim s mendapat wahyu untuk menyembelih putranya ismail melalui, nabi ibrahim terkenal dengan ketaatan dan, nabi ibrahim tugasnya, nabi ibrahim taat kepada allah ketika diperintahkan untuk berkhitan dalam usia 80 tahun, nabi ibrahim termasuk penyembah berhala, nabi ibrahim tinggal di, nabi ibrahim tahun berapa, nabi ibrahim terkenal dengan, nabi ibrahim urutan ke, nabi ibrahim ulul azmi, nabi ibrahim umur, nabi ibrahim urutan ke berapa, nabi ibrahim uswatun hasanah, nabi ibrahim untuk kaum, doa nabi ibrahim untuk anaknya, nabi ibrahim bermimpi untuk titik-titik anaknya yang bernama ismail, nabi ibrahim versi kristen, nabi ibrahim vs raja namrud, kisah nabi ibrahim versi kristen, kisah nabi ibrahim versi anak, kisah nabi ibrahim versi anak2, kisah nabi ibrahim vs raja namrud, nabi ibrahim wikipedia, nabi ibrahim wife, nabi ibrahim waktu kecil diasingkan di, nabi ibrahim waktu kecil dibesarkan di dalam, nabi ibrahim wajah, nabi ibrahim mendapat wahyu untuk menyembelih putranya ismail melalui, nabi ibrahim xaaskiisa, xaaskii nabi ibrahim, nabi ibrahim yang ke berapa, nabi ibrahim yahudi, nabi ibrahim yang mengajarkan agama tauhid hidup di masa pemerintahan raja, cucu nabi ibrahim yang menjadi rasul allah adalah, cucu nabi ibrahim yang menjadi rasul adalah, putra nabi ibrahim yang dikhitan pada hari ketujuh ialah, anak nabi ibrahim yang disembelih, cucu nabi ibrahim yang menjadi rasul, nabi ibrahim as adalah rasul, nabi ibrahim as dan nabi musa as masing-masing menerima wahyu sebanyak, zaman nabi ibrahim, nabi ibrahim dan keturunannya, nabi ibrahim menerima 10 suhuf, doa nabi ibrahim ayat 100, kisah nabi ibrahim part 1, nabi ibrahim memiliki 2 anak yaitu, nabi ibrahim mempunyai 2 istri bernama, nabi ibrahim mempunyai 2 putra yaitu, istri nabi ibrahim ada 2 yaitu, nabi ibrahim as berhasil membangun 2 tempat bersejarah sebutkan, 2 anak nabi ibrahim, 2 putra nabi ibrahim, 2 mukjizat nabi ibrahim, 2 istri nabi ibrahim, 2 keteladanan nabi ibrahim, 2 gelar nabi ibrahim, 2 istri nabi ibrahim bernama, 2 perilaku terpuji nabi ibrahim, 3 mukjizat nabi ibrahim as, 3 keteladanan nabi ibrahim, 3 keberanian nabi ibrahim, 3 isteri nabi ibrahim, 3 syariat nabi ibrahim, 3 doa nabi ibrahim, 3 istri nabi ibrahim, 3 keteladanan nabi ibrahim dan ismail, doa nabi ibrahim 40nabi ibrahim dibakar 40 hari, nabi ibrahim dengan 4 ekor burung, nabi ibrahim dan 4 burung, doa nabi ibrahim ayat 40, doa nabi ibrahim ayat 40 41, istri nabi ibrahim ada 4, 4 doa nabi ibrahim, 4 istri nabi ibrahim, 4 keteladanan nabi ibrahim, 4 mukjizat nabi ibrahim, 4 sifat nabi ibrahim, istri ke 4 nabi ibrahim, 4 sifat keteladanan nabi ibrahim, nabi ibrahim termasuk 5 nabi atau rasul yang bergelar, 5 nabi ibrahim as, 5 keteladanan nabi ibrahim dan ismail, 5 mukjizat nabi ibrahim, 5 teladan nabi ibrahim, 5 hikmah kisah nabi ibrahim, 5 sikap terpuji nabi ibrahim, 5 pertanyaan tentang nabi ibrahim, sebutkan 5 keteladanan nabi ibrahim, nabi ibrahim di langit ke 7, doa nabi ibrahim ayat 80, 9isat nabi ibrahim

Komentar : Kisah Nabi Ibrahim Alaihis Salam