Kisah Nabi Adam - Permusuhan Iblis Dengan Nabi Adam

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰ دَمَ فَسَجَدُوْۤا اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ ۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. la (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud." (QS. Al A'raf 7 : 11)
قَا لَ مَا مَنَعَكَ اَ لَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗ قَا لَ اَنَاۡ خَيْرٌ مِّنْهُ ۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّا رٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ

"(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu ?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS. Al A'raf 7 : 12)
قَا لَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَـكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَا خْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ

"(Allah) berfirman, "Maka, turunlah kamu darinya (surga), karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah ! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina." (QS. Al A'raf 7 : 13)
قَا لَ اَنْظِرْنِيْۤ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ

"(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Al A'raf 7 : 14)
قَا لَ اِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ

"(Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu." (QS. Al A'raf 7 : 15)
قَا لَ فَبِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَ قْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَا طَكَ الْمُسْتَقِيْمَ 

"(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus," (QS. Al A'raf 7 : 16)
ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَا نِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

"Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (QS. Al A'raf 7 : 17)
قَا لَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُوْمًا مَّدْحُوْرًا ۗ لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَاَ مْلَــٴَــنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ اَجْمَعِيْنَ

"(Allah) berfirman, "Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir ! Sesungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua." (QS. Al A'raf 7 : 18)

Kisah Permusuhan Iblis Dengan Nabi Adam 'Alaihis Salam

Allah maha kuasa terhadap keinginan-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Dia telah menciptakan Adam ‘alaihis salam dari saripati tanah. Tanah yang dibentuk dengan sedemikian rupa sehingga sempurna bentuknya, lalu Allah meniupkan ruh padanya sehingga jadilah makhluk hidup yang bernyawa bernama manusia.

Allah memberinya segala macam ilmu yang membuatnya unggul atas malaikat. Maka Allah memerintahkan para malaikat penduduk langit untuk bersujud kepadanya. Semua malaikat bersujud menghormat kepada Adam ‘alaihissalam. Namun, Iblis yang berada di sana tidak mau ikut bersujud dan lebih memilih durhaka terhadap perintah Allah.

Siapakah Iblis ? Allah sendiri berfirman tentang siapa dia iblis,
كَا نَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖ

"Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya." (QS. Al Kahf 18 : 50)
Jadi Iblis adalah salah satu makhluk dari kalangan Jin. Sebenarnya ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, apakah Iblis itu termasuk Malaikat atau dari kalangan bangsa Jin. Namun, pendapat yang kuat adalah yang menyatakan Iblis dari kalangan Jin. Karena nash (teks) dalam Al Quran jelas mengatakan seperti itu. Lalu ulama sepakat bahwa Iblis diciptakan dari api dan menurut Mujahid, seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’in bahwa bapak moyang Jin adalah Jaan.

Mengapa Iblis tidak mau bersujud kepada Adam ?

Sesungguhnya ketidakmauan Iblis untuk bersujud kepada Adam ‘alaihissalam adalah karena dengki dan takabur. Hal ini jelas dari firman Allah di atas yaitu ketika Allah bertanya kepada Iblis,
قَا لَ مَا مَنَعَكَ اَ لَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗ قَا لَ اَنَاۡ خَيْرٌ مِّنْهُ ۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّا رٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ

"(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu ?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS. Al A'raf 7 : 12)
Dalam ayat lain Allah menyebutkan penyebab keengganan Iblis secara tegas yaitu karena ketaburannya, Allah berfirman,
وَاِ ذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰ دَمَ فَسَجَدُوْۤا اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ ۗ اَبٰى وَا سْتَكْبَرَ ۖ وَكَا نَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam !" Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir." (QS. Al Baqarah 2 : 34)
Dalam dua ayat di atas jelas bahwa Iblis tidak mau bersujud lantaran merasa sombong alias takabur dan dia lebih memilih menjadi orang kafir dari pada menjadi orang beriman yang sami’na wa atho’na kepada perintah Allah.

Dari sinilah akhlak buruk mulai menjelma dalam bentuk pembangkangan kepada Allah ta’ala, kesombongan yang membuat antipati untuk mengakui kelebihan orang lain, bangga dengan dosa dan menutup diri dari pemahaman.

Allah murka kepada Iblis dan Allah pun mengusirnya serta melaknatnya seraya berkata,
"Turunlah kamu dari surga itu tidak sepatutnya kamu menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah ! Sesungguhnya kamu termasuk orang orang yang hina."
Dalam ayat yang lain dikatakan pula kepadanya,
"Sesungguhnya mulai sekarang kamu terlaknat sampai hari kiamat."
Atau kalau dalam bahasa kitanya begini,
"Iblis ! Mulai detik ini pergi kau dari sini, kamu akan Saya laknat sampai hari kiamat. Tidak boleh ada orang sombong dihadapan-Ku."
Penolakan Iblis untuk bersujud kepada Adam ‘alahissalam terjadi karena sesuatu yang dikehendaki oleh Allah, yaitu agar Adam dan istrinya kelak turun dari surga ke bumi untuk menjadi khalifah Allah yang memakmurkan bumi, dan agar Iblis beserta keturunannya menjadi sarana penyesat manusia.

Setelah Iblis diusir, dilaknat, serta dihinakan, dia putus asa dari rahmat Allah, tidak bertobat dan memperbaiki kesalahan. Namun, justru ingin balas dendam kepada Adam dan keturunannnya. Iblis berkata kepada Allah,
"Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan."
Para ulama menafsirkan, maksud perkataan iblis diatas adalah berikanlah saya kehidupan sampai hari kiamat, artinya Iblis minta supaya tidak dimatikan oleh Allah, kecuali telah datang hari kiamat.

Permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah dalam firman-Nya,
"Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."
Maka telah menjadi keputusan Allah bahwa Iblis akan terus hidup sampai hari kiamat, sebagaimana para malaikat. Dan kelak semuanya akan mati, kecuali Allah Rabbul 'Alamin.

Ibnul Jauzi berkata dalam kitabnya, Zadul Masir, sebenarnya Iblis meminta supaya menjadi makhluk yang terbebas dari kematian dan menjadi orang yang abadi, namun Allah Tidak mengabulkan semuanya. Allah hanya mengabulkan, bahwa dia bisa terus hidup sampai hari yang dimaklumi, yaitu hari kiamat. Hal tersebut telah dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Setelah permintaannnya dikabulkan, Iblis menjelaskan alasannya yaitu supaya bisa menyesatkan anak keturunan Adam dari masa ke masa, sehingga setiap anak keturunan Adam pasti mendapat godaan dari Iblis atau bala tentaranya, yaitu para Setan dari kalangan Jin dan manusia.

Iblis berjanji di hadapan Allah bahwasannya dia akan menjerusmuskan manusia ke dalam maksiat dengan segala kemampuannya, dia akan mendatangi manusia dari arah depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah.

Semua usaha penyesatan akan Iblis lakukan supaya anak keturuan adam tidak bersyukur kepada Allah, jauh dari shalat, tidak suka mengingat Allah, terjerumus ke dalam kesyirikan dan menjadi temannya di neraka Jahannam.

Namun, Iblis mengakui sendiri bahwa ia tidak akan mampu mengalahkan hamba Allah yang ikhlas, hamba hamba yang yakin dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pelajaran Dalam Kisah Permusuhan Iblis Dengan Adam

  • Iblis adalah dari kalangan Jin, bukan kalangan malaikat, inilah pendapat yang paling kuat karena didukung oleh nash Al Qur'an.
  • Orang orentalis mengatakan, Iblis adalah hamba Allah yang paling bertaqwa karena tidak mau sujud kepada makhluk, sehingga kita perlu mengikuti jejak Iblis. Perkataan seperti ini adalah batil karena sujud di sini adalah sujud sebagai bentuk penghormatan, bukan sujud penyembahan dan Iblis menolak sujud penghormatan kepada Adam bukanlah karena keimanan, namun karena ketakaburan (kesombongan).
  • Takabur adalah pangkal segala macam dosa. Dengan takabur, orang akan terhalangi untuk menerima kebenaran. Rasulullah ﷺ bersabda,
"Yang namanya takabur adalah "Bathrul haq wa ghomtunnas," menolak kebenaran (karena gengsi atau yang lainnya) dan meremehkan manusia." (HR Muslim)
"Tidak akan masuk surga orang yang hatinya terdapat satu biji sawi ketakaburan." (HR. Muslim)
  • Iblis tidak akan mampu mengalahkan orang orang yang ikhlas, yang yakin dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
  • Iblis beserta para syetan akan mudah menguasai orang orang yang menyembahnya (berbuat syirik), orang orang mengikuti jalan sesatnya.
  • Sangat banyak cara Iblis dan bala tentaranya untuk menjerumuskan manusia kedalam kesesatan dan maksiat, maka seorang hamba hendaknya mempersenjatai diri dengan selalu menambah ilmu syar’i . Karena orang yang paham dengan agama, lebih sulit dijerumuskan oleh syetan kedalam kesesatan dan maksiat dari pada orang yang bodoh yang tidak mengerti agama. Dan hendaknya pula seorang hamba selalu berdoa kepada Allah untuk memohon perlindungan dari godaan syetan, lalu tawakkal, serta ikhlas dalam beribadah hanya untuk mencari ridha Allah.
LihatTutupKomentar