Kisah Nabi Hud 'Alaihis Salam

Nabi Hud 'Alaihis Salam tinggal di negeri Yaman, di sebuah tempat yang bernama Al Ahqaaf (bukit bukit berpasir), di sana tinggal kaum 'Aad pertama yang nasab mereka sampai kepada Nabi Nuh 'Alaihis Salam. Mereka tinggal di rumah rumah yang memiliki tiang tiang yang besar sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta'ala,
اِرَمَ ذَا تِ الْعِمَا دِ

"(Yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum 'Ad) yang mempunyai bangunan bangunan yang tinggi," (QS. Al Fajr 89 : Ayat 7)
الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَا دِ

"Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri negeri lain," (QS. Al Fajr 89 : Ayat 8)
Mereka juga membangun istana istana dan benteng benteng yang tinggi dan membanggakan diri dengan bangunan bangunan itu. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta'ala,
اَتَبْنُوْنَ بِكُلِّ رِيْعٍ اٰيَةً تَعْبَثُوْنَ

"Apakah kamu mendirikan istana istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati," (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 128)
وَ تَتَّخِذُوْنَ مَصَا نِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُوْنَ

"Dan kamu membuat benteng benteng dengan harapan kamu hidup kekal ?" (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 129)
Mereka juga memiliki peradaban yang tinggi, mereka unggul dalam bidang pertanian karena melimpahnya air yang segar kepada mereka, di samping mereka memiliki harta dan binatang ternak yang banyak. Tempat mereka ketika itu menjadi ladang yang subur dan hijau, penuh dengan kebun kebun yang indah, dan mata air.

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga mengaruniakan kepada mereka bentuk fisik yang berbeda dengan yang lain, badan mereka tinggi dan kuat. Apabila mereka berperang atau menyerang suatu kaum, maka mereka dapat memenangkan peperangan itu dan serangan mereka begitu mengerikan. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala menyebutkan perkataan Nabi Hud kepada mereka,
وَاِ ذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّا رِيْنَ

"Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 130)
فَا تَّقُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْعُوْنِ

"Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku," (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 131)
وَا تَّقُوْا الَّذِيْۤ اَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُوْنَ

"Dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 132)
اَمَدَّكُمْ بِاَ نْعَا مٍ وَّبَنِيْنَ

"Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak anak," (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 133)
وَجَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ

"Dan kebun kebun, dan mata air," (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 134)
Tetapi, meskipun nikmat nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan kepada mereka begitu banyak, namun mereka tidak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, bahkan mereka menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mereka sembah patung patung, dan mereka adalah kaum yang pertama menyembah patung setelah banjir besar pada zaman Nabi Nuh 'Alaihis Salam. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,
اَوَعَجِبْتُمْ اَنْ جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَلٰى رَجُلٍ مِّنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ ۗ وَا ذْكُرُوْۤا اِذْ جَعَلَـكُمْ ۚ خُلَفَآءَ مِنْۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوْحٍ وَّزَا دَكُمْ فِى الْخَـلْقِ بَصْۜطَةً  ۚ فَا ذْكُرُوْۤا اٰ لَآ ءَ اللّٰهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

"Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu ? Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan. Maka, ingatlah akan nikmat nikmat Allah agar kamu beruntung." (QS. Al A'raf 7 : Ayat 69)
Tidak hanya itu, mereka juga mengerjakan berbagai maksiat dan dosa serta mengadakan kerusakan di bumi, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus Nabi Hud 'Alaihis salam kepada mereka untuk menunjukkan jalan yang lurus. Beliau mengajak mereka menyembah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala saja dan melarang mereka berbuat syirk serta melakukan berbagai kemaksiatan.

Beliau juga mengingatkan mereka agar bersyukur kepada Allah atas nikmat nikmat-Nya yang diberikan-Nya kepada mereka, Beliau (Nabi Hud) berkata kepada kaumnya,
وَاِ لٰى عَا دٍ اَخَاهُمْ هُوْدًا ۗ قَا لَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, "Wahai kaumku ! Sembahlah Allah ! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka, mengapa kamu tidak bertakwa ?" (QS. Al A'raf 7 : Ayat 65)
Mereka pun bertanya tanya tentang keadaan diri Nabi Hud 'Alaihis Salam, "Siapakah sebenarnya engkau wahai Hud, sehingga mengatakan kata kata seperti itu ?" Nabi Hud menjawab,
اِنِّيْ لَـكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ

"Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 125)
فَا تَّقُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْعُوْنِ

"Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 126)
Maka kaumnya membantahnya dengan kasar dan sombong sambil berkata,
قَا لَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖۤ اِنَّا لَــنَرٰٮكَ فِيْ سَفَاهَةٍ وَّاِنَّا لَــنَظُنُّكَ مِنَ الْـكٰذِبِيْنَ

"Pemuka pemuka orang orang yang kafir dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya kami memandang kamu benar benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang orang yang berdusta." (QS. Al A'raf 7 : Ayat 66)
Nabi Hud menjawab,
قَا لَ يٰقَوْمِ لَـيْسَ بِيْ سَفَاهَةٌ وَّلٰـكِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ

"Dia (Hud) menjawab, "Wahai kaumku ! Bukan aku kurang waras, tetapi aku ini adalah rasul dari Tuhan seluruh alam." (QS. Al A'raf 7 : Ayat 67)
اُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَ نَاۡ لَـكُمْ نَا صِحٌ اَمِيْنٌ

"Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku dan pemberi nasihat yang terpercaya kepada kamu." (QS. Al A'raf 7 : Ayat 68)
Kaumnya pun semakin sombong di samping menolak dengan keras beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, mereka berkata kepada Nabi Hud 'Alaihis Salam,
قَا لُوْا يٰهُوْدُ مَا جِئْتَـنَا بِبَيِّنَةٍ وَّمَا نَحْنُ بِتٰـرِكِيْۤ اٰلِهَـتِنَا عَنْ قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَـكَ بِمُؤْمِنِيْنَ

"Mereka (kaum 'Ad) berkata, "Wahai Hud ! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu," (QS. Hud 11 : Ayat 53)
اِنْ نَّقُوْلُ اِلَّا اعْتَـرٰٮكَ بَعْضُ اٰلِهَتِنَا بِسُوْٓءٍ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اُشْهِدُ اللّٰهَ وَا شْهَدُوْۤا اَنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ

"Kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Dia (Hud) menjawab, "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan," (QS. Hud 11 : Ayat 54)
Meskipun begitu, Nabi Hud 'Alaihis Salam tetap bersabar dan mengajak mereka untuk mengikuti kebenaran. Beliau mengingatkan mereka akan nikmat nikmat Allah kepada mereka dengan harapan mereka mau bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan meminta ampunan kepada-Nya. Nabi Hud'Alaihis Salam berkata kepada mereka,
فَا تَّقُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْعُوْنِ

"Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku," (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 131)
وَا تَّقُوْا الَّذِيْۤ اَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُوْنَ

"Dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 132)
اَمَدَّكُمْ بِاَ نْعَا مٍ وَّبَنِيْنَ

"Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak anak," (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 133)
وَجَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ

"Dan kebun kebun, dan mata air," (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 134)
Nabi Hud 'Alaihis Salam juga berkata,
وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْۤا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَا رًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ

"Dan (Hud berkata), "Wahai kaumku ! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa." (QS. Hud 11 : Ayat 52)
Tetapi Nabi Hud 'Alaihis Salam tidak mendapatkan kaumnya selain sebagai manusia yang telah mati hatinya dan telah menjadi keras seperti batu, memegang teguh kesesatan, dan penyimpangannya, serta tetap kokoh menyembah patung. Mereka juga membalas nasihatnya dengan tindakan zalim dan olok olokkan, sehingga Nabi Hud'Alaihis Salam berkata kepada mereka,
اِنْ نَّقُوْلُ اِلَّا اعْتَـرٰٮكَ بَعْضُ اٰلِهَتِنَا بِسُوْٓءٍ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اُشْهِدُ اللّٰهَ وَا شْهَدُوْۤا اَنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ

"Kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Dia (Hud) menjawab, "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan," (QS. Hud 11 : Ayat 54)
مِنْ دُوْنِهٖ فَكِيْدُوْنِيْ جَمِيْعًا ثُمَّ لَا تُنْظِرُوْنِ

"Dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi." (QS. Hud 11 : Ayat 55)
اِنِّيْ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ رَبِّيْ وَرَبِّكُمْ ۗ مَا مِنْ دَآ بَّةٍ اِلَّا هُوَ اٰخِذٌ بِۢنَا صِيَتِهَا ۗ اِنَّ رَبِّيْ عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ

"Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) melainkan Dialah yang memegang ubun ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus (adil)." (QS. Hud 11 : Ayat 56)
فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ مَّاۤ اُرْسِلْتُ بِهٖۤ اِلَيْكُمْ ۗ وَيَسْتَخْلِفُ رَبِّيْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ۚ وَلَا تَضُرُّوْنَهٗ شَيْــئًا ۗ اِنَّ رَبِّيْ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ

"Maka jika kamu berpaling, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu." (QS. Hud 11 : Ayat 57)
Azab Yang Ditimpakan Kepada Kaum Nabi Hud 'Alaihis Salam
Mereka tetap saja menyombongkan diri dan membanggakan diri dengan kekuatannya, dan mereka berkata kepada Nabi Hud dengan sombongnya,
مَنْ اَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً
"Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami ?" (QS. Fussilat 41 : Ayat 15)
Mereka juga mengolok olok Nabi Hud dan meminta kepadanya agar disegerakan azab. Mereka berkata,
فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَاۤ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ

"Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar !" (QS. Al A'raf 7 : Ayat 70)
Nabi Hud pun menjawab,
قَا لَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ رِجْسٌ وَّغَضَبٌ ۗ اَتُجَا دِلُوْنَنِيْ فِيْۤ اَسْمَآءٍ سَمَّيْتُمُوْهَاۤ اَنْـتُمْ وَاٰ بَآ ؤُكُمْ مَّا نَزَّلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍ ۗ فَا نْتَظِرُوْۤا اِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُنْتَظِرِيْنَ

"Dia (Hud) menjawab, "Sungguh, kebencian dan kemurkaan dari Tuhan akan menimpa kamu. Apakah kamu hendak berbantah denganku tentang nama nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu buat sendiri, padahal Allah tidak menurunkan keterangan untuk itu ? Jika demikian, tunggulah ! Sesungguhnya aku pun bersamamu termasuk yang menunggu." (QS. Al A'raf 7 : Ayat 71)
Maka mulailah saatnya azab Allah datang kepada kaum 'Aad. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengirimkan kepada mereka hawa yang panas yang membuat sumur sumur dan sungai sungai menjadi kering, tanaman dan buah buahan menjadi mati, hujan pun berhenti turun dalam waktu yang cukup lama, lantas kemudian datang awan yang besar. Ketika mereka melihatnya, mereka bergembira dan mengira bahwa mereka akan diberikan curahan hujan, mereka berkata, "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami."

Mereka mengira bahwa awan itu akan datang membawa kebaikan untuk mereka, menghilangkan haus dahaga mereka, memberi minum hewan hewan mereka, dan menyirami kebun, serta tanaman tanaman mereka. Padahal awan itu datang membawa azab bagi mereka. Mereka pun ditimpa angin yang kencang yang terus menimpa mereka selama tujuh malam delapan hari tanpa henti, yang membinasakan segala sesuatu yang ada di hadapannya, sehingga mereka semua binasa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
فَلَمَّا رَاَ وْهُ عَا رِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ ۙ قَا لُوْا هٰذَا عَا رِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗ بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۚ رِيْحٌ فِيْهَا عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ

"Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah lembah mereka, mereka berkata, "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita." (Bukan !) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih," (QS. Al Ahqaf 46 : Ayat 24)
تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِۢاَمْرِ رَبِّهَا فَاَ صْبَحُوْا لَا يُرٰۤى اِلَّا مَسٰكِنُهُمْ ۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْنَ

"Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, sehingga mereka (kaum 'Ad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa." (QS. Al Ahqaf 46 : Ayat 25)
Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkan Nabi Hud dan orang orang yang beriman bersamanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
فَاَ نْجَيْنٰهُ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَ قَطَعْنَا دَا بِرَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَمَا كَا نُوْا مُؤْمِنِيْنَ

"Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang orang yang bersamanya dengan rahmat Kami dan Kami musnahkan sampai ke akar akarnya orang orang yang mendustakan ayat ayat Kami. Mereka bukanlah orang orang beriman." (QS. Al A'raf 7 : Ayat 72)
Nabi Hud 'Alaihis Salam pun pergi bersama orang orang yang beriman ke tempat lain, yang di sana mereka beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.