Kisah Nabi Musa dan Nabi Harun 'Alaihimassalam II

Kembalinya Nabi Musa ke Mesir dan Diangkatnya Beliau Sebagai Nabi

Maka berangkatlah Nabi Musa 'alaihissalam menuju Mesir bersama keluarganya, sehingga ketika mereka merasakan kegelapan, mereka duduk beristirahat agar dapat melanjutkan perjalanan lagi.

Ketika itu, cuaca sangat dingin sekali, maka Nabi Musa 'alaihissalam mencari sesuatu untuk dapat menghangatkan badannya. Ia pun melihat api dari jauh, lalu meminta keluarganya menunggu di situ agar ia dapat mengambil sesuatu untuk menghangatkan badan. Maka Nabi Musa 'alaihissalam pergi mendatangi api itu dengan membawa tongkatnya.

Nabi Musa pergi menuju api yang dilihatnya itu dan setelah sampai di sana, didapatinya api itu menyala nyala di sebuah pohon hijau, yaitu pohon Ausaj (jenis pohon yang berduri), apinya semakin menyala, kehijaun pohon itu juga semakin bertambah. Maka Musa berdiri dalam keadaan takjub dan ketika itu, pohon tersebut di kaki gunung di sebelah Barat dan berada di sebelah kanan Nabi Musa sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَمَا كُنْتَ بِجَا نِبِ الْغَرْبِيِّ اِذْ قَضَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسَى الْاَ مْرَ وَمَا كُنْتَ مِنَ الشّٰهِدِيْنَ

"Dan engkau (Muhammad) tidak berada di sebelah barat (lembah suci Tuwa) ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan engkau tidak (pula) termasuk orang orang yang menyaksikan (kejadian itu)," (QS. Al Qasas 28 : Ayat 44)
Saat itu, Nabi Musa 'alaihissalam berada di lembah yang bernama Thuwa, sambil menghadap kiblat. Sedangkan pohon itu berada di kanannya di sebelah Barat, lalu Tuhannya memanggilnya,
فَلَمَّاۤ اَتٰٮهَا نُوْدِيَ يٰمُوْسٰى

"Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil. "Wahai Musa !" (QS. Ta Ha 20 : Ayat 11)
اِنِّيْۤ اَنَاۡ رَبُّكَ فَا خْلَعْ نَـعْلَيْكَ ۚ اِنَّكَ بِا لْوَا دِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

"Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 12)
وَاَ نَا اخْتَرْتُكَ فَا سْتَمِعْ لِمَا يُوْحٰى

"Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 13)
اِنَّنِيْۤ اَنَا اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَا عْبُدْنِيْ  ۙ وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 14)
اِنَّ السَّا عَةَ اٰتِيَـةٌ اَكَا دُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍ بِۢمَا تَسْعٰى

"Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 15)
فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَا تَّبَعَ هَوٰٮهُ فَتَرْدٰى

"Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat itu) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 16)
Kemudian Allah 'Azza wa Jalla bertanya kepadanya tentang tongkat yang dipegangnya (dan Dia Maha tahu),
قَا لَ هِيَ عَصَايَ ۚ اَتَوَكَّؤُا عَلَيْهَا وَاَ هُشُّ بِهَا عَلٰى غَـنَمِيْ وَلِيَ فِيْهَا مَاٰ رِبُ اُخْرٰى

"Dia (Musa) berkata, "Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 18)
Maka Allah menyuruhnya untuk melempar tongkatnya. Nabi Musa pun melemparnya, maka tongkat itu berubah menjadi ular yang besar dan bergerak dengan cepat. Lalu Nabi Musa 'alaihissalam berpaling lari karena takut, lalu Allah menyuruhnya kembali dan janganlah takut, karena ular itu akan kembali menjadi tongkat seperti sebelumnya. Kemudian Nabi Musa 'alaihissalam mengulurkan tangannya ke ular itu untuk mengambilnya, ternyata ular itu langsung berubah menjadi tongkat.

Nabi Musa kulitnya berwarna coklat, lalu Allah memerintahkan kepadanya untuk memasukkan tangannya ke dalam bajunya kemudian mengeluarkannya. Nabi Musa 'alaihissalam melakukannya, lalu tampaklah warna putih yang jelas. Keduanya, Allah jadikan sebagai mukjizat untuk Nabi Musa 'alaihissalam di samping mukjizat mukjizat yang lain untuk menguatkan kerasulannya ketika berhadapan dengan Fir'aun dan para pembesarnya.

Dakwah Nabi Musa 'Alaihissalam Kepada Fir'aun

Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan Nabi Musa pergi mendatangi Fir'aun untuk mendakwahinya. Maka Nabi Musa 'alaihissalam mau memenuhinya, akan tetapi sebelum ia berangkat, ia berdoa kepada Tuhannya meminta taufiq dan meminta kepada-Nya bantuan, Nabi Musa 'alaihissalam berkata,
قَا لَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ

"Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 25)
وَيَسِّرْ لِيْۤ اَمْرِيْ

"Dan mudahkanlah untukku urusanku," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 26)
وَا حْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَا نِیْ

"Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 27)
يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

"Agar mereka mengerti perkataanku," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 28)
وَا جْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ

"Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 29)
هٰرُوْنَ اَخِى

"(Yaitu) Harun, saudaraku," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 30)
اشْدُدْ بِهٖۤ اَزْرِيْ

"Teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 31)
وَاَ شْرِكْهُ فِيْۤ اَمْرِيْ

"Dan jadikanlah dia teman dalam urusanku," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 32)
كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيْرًا

"Agar kami banyak bertasbih kepada-Mu," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 33)
وَّنَذْكُرَكَ كَثِيْرًا 

"Dan banyak mengingat-Mu," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 34)
اِنَّكَ كُنْتَ بِنَا بَصِيْرًا

"Sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 35)
Maka Allah mengabulkan permohonannya, lalu Nabi Musa 'alaihissalam ingat bahwa ia pernah membunuh orang Mesir, ia takut kalau nanti mereka membunuhnya. Maka Allah menenangkannya, bahwa mereka tidak akan dapat menyakitinya sehingga Nabi Musa 'alaihissalam merasa tenang. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
قَا لَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِاَ خِيْكَ وَنَجْعَلُ لَـكُمَا سُلْطٰنًا فَلَا يَصِلُوْنَ اِلَيْكُمَا  ۛ بِاٰ يٰتِنَاۤ  ۛ اَنْـتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغٰلِبُوْنَ

"Dia (Allah) berfirman, "Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak akan dapat mencapaimu, (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang." (QS. Al Qasas 28 : Ayat 35)
Nabi Musa 'alaihissalam melanjutkan perjalanannya ke Mesir dan memberitahukan kepada saudaranya, Harun apa yang terjadi antara dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Harun ikut serta menyampaikan risalah kepada Fir'aun dan kaumnya serta membantunya mengeluarkan Bani Israil dari Mesir. Maka Harun pun bergembira atas berita itu, ia pun ikut berdakwah bersama Nabi Musa 'alaihissalam.

Fir'aun adalah seorang yang kejam dan berlaku zalim terhadap Bani Israil, sehingga Nabi Musa 'alaihissalam dan Nabi Harun 'alaihissalam berdo'a kepada Allah agar menyelamatkan keduanya dari tindakan aniaya Fir'aun, lalu Allah Ta'ala berfirman meneguhkan hati keduanya,
قَا لَ لَا تَخَا فَاۤ اِنَّنِيْ مَعَكُمَاۤ اَسْمَعُ وَاَ رٰى

"Dia (Allah) berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 46)
فَأْتِيٰهُ فَقُوْلَاۤ اِنَّا رَسُوْلَا رَبِّكَ فَاَ رْسِلْ مَعَنَا بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ ۙ وَلَا تُعَذِّبْهُمْ ۗ قَدْ جِئْنٰكَ بِاٰ يَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ ۗ وَا لسَّلٰمُ عَلٰى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدٰى

"Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah, "Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 47)
اِنَّا قَدْ اُوْحِيَ اِلَـيْنَاۤ اَنَّ الْعَذَا بَ عَلٰى مَنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى

"Sungguh, telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak memedulikannya)." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 48)
Maka, ketika Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimassalam berangkat, mulailah keduanya mengajak mereka kepada Allah dan berusaha membawa Bani Israil dari penindasan Fir'aun. Akan tetapi, Fir'aun mengejek keduanya dan mengolok olok apa yang mereka berdua bawa serta mengingatkan Nabi Musa 'alaihissalam, bahwa dirinyalah yang mengurus Nabi Musa 'alaihissalam di istananya dan terus membesarkannya hingga ketika dewasa Nabi Musa 'alaihissalam membunuh orang Mesir dan pergi melarikan diri. Maka Nabi Musa 'alaihissalam berkata,
قَا لَ فَعَلْتُهَاۤ اِذًا وَّاَنَاۡ مِنَ الضَّآلِّيْنَ

"Dia (Musa) berkata, "Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 20)
فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَّجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ

"Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul rasul." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 21)
وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ اَنْ عَبَّدْتَّ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ

"Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 22)
قَا لَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

"Fir'aun bertanya, "Siapa Tuhan seluruh alam itu ?" (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 23)
قَا لَ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۗ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ

"Dia (Musa) menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu memercayai-Nya." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 24)
قَا لَ لِمَنْ حَوْلَهٗۤ اَ لَا تَسْتَمِعُوْنَ

"Dia (Fir'aun) berkata kepada orang orang di sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya) ?" (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 25)
قَا لَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَآئِكُمُ الْاَ وَّلِيْنَ

"Dia (Musa) berkata, "(Dia) Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 26)
قَا لَ اِنَّ رَسُوْلَـكُمُ الَّذِيْۤ اُرْسِلَ اِلَيْكُمْ لَمَجْنُوْنٌ

"Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, rasulmu yang diutus kepada kamu benar benar orang gila." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 27)
قَا لَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَا لْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۗ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ

"Dia (Musa) berkata, "(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu mengerti." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 28)
قَا لَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ اِلٰهًا غَيْرِيْ لَاَ جْعَلَـنَّكَ مِنَ الْمَسْجُوْنِيْنَ

"Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 29)
Kemudian Nabi Musa 'alaihissalam menawarkan kepadanya bukti yang membenarkan kerasulannya. Maka Fir'aun meminta ditunjukkan buktinya jika Musa memang benar. Nabi Musa pun melempar tongkatnya dan berubahlah tongkat itu menjadi ular yang besar, sehingga orang orang terkejut dan takut terhadap ular itu.

Kemudian Nabi Musa 'alaihissalam menjulurkan tangannya ke ular itu, maka ular itu kembali seperti biasa menjadi tongkat. Kemudian Nabi Musa 'alaihissalam memasukkan tangannya ke leher bajunya, lalu ia keluarkan, tiba tiba tampak warna putih berkilau.

Perlawanan Nabi Musa 'Alaihissalam dengan Para Penyihir dan Masuk Islamnya Para Penyihir

Ketika ditunjukkan bukti bukti itu, Fir'aun malah menuduhnya sebagai penyihir, lalu ia meminta untuk dikumpulkan para penyihirnya dari segenap tempat untuk melawan Nabi Musa 'alaihissalam.

Maka ditetapkanlah hari raya sebagai hari pertunjukan itu yang dimulai pada waktu dhuha di tempat yang lapang di hadapan Fir'aun. Fir'aun juga mengumumkan pertemuan itu kepada kaumnya agar mereka semua hadir menyaksikan.

Tibalah hari pertunjukan itu dalam keadaan ramai yang dihadiri oleh banyak manusia, mereka ingin melihat apakah Nabi Musa 'alaihissalam yang menang ataukah para penyihir ?

Sebelum Fir'aun keluar mendatangi Nabi Musa 'alaihissalam, ia berkumpul terlebih dahulu dengan para penyihir dan memberikan dorongan kepada mereka. Dimana jika mereka menang, maka ia akan memberikan berbagai kesenangan berupa harta dan kedudukan.

Sesaat kemudian, Fir'aun keluar menuju lapangan pertandingan, sedangkan di belakangnya terdapat para penyihir. Lalu ia duduk di tempat khusus baginya dengan didampingi para pelayannya, kemudian para penyihir itu berdiri di hadapan Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimassalam.

Selanjutnya Fir'aun mengangkat tangannya untuk memberitahukan bahwa pertandingan siap dimulai. Lalu para penyihir menawarkan dua hal kepada Nabi Musa 'alaihissalam, yaitu apakah Nabi Musa 'alaihissalam yang pertama kali melempar tongkatnya ataukah merela yang lebih dulu ? Maka Nabi Musa 'alaihissalam membiarkan mereka dulu yang memulai pertunjukan.

Para penyihir pun melempar tali dan tongkat, sambil menyihir mata manusia, sehingga menurut pandangan manusia bahwa tongkat dan tali tersebut berubah menjadi ular yang gesit dan bergerak di hadapan mereka. Sehingga orang orang takut terhadapnya, bahkan Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimassalam merasa takut terhadapnya. Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan wahyu kepada Nabi Musa as agar ia tidak takut dan agar melempar tongkatnya. Maka Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimassalam menjadi tenang karena perintah Allah itu.

Nabi Musa 'alaihissalam melempar tongkatnya, maka tongkat itu berubah menjadi ular yang besar yang menelan tali para penyihir dan tongkat mereka. Ketika para penyihir melihat apa yang ditunjukkan Nabi Musa 'alaihissalam, maka mereka pun mengakui, bahwa itu adalah mukjizat dari Allah dan bukan sihir.

Kemudian Allah melapangkan hati mereka untuk beriman kepada Allah dan membenarkan apa yang dibawa Nabi Musa 'alaihissalam. Mereka akhirnya hanya bersujud kepada Allah sambil menyatakan keimanan mereka kepada Tuhan Musa dan Harun.

Ketika itulah Fir'aun semakin geram dan mulai mengancam para penyihir, ia berkata kepada mereka,
قَا لَ اٰمَنْتُمْ لَهٗ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَـكُمْ ۗ اِنَّهٗ لَـكَبِيْرُكُمُ الَّذِيْ عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ ۚ فَلَاُ قَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَ رْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَا فٍ وَّلَاُ صَلِّبَـنَّكُمْ فِيْ جُذُوْعِ النَّخْلِ ۖ وَلَـتَعْلَمُنَّ اَيُّنَاۤ اَشَدُّ عَذَا بًا وَّاَبْقٰى

"Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu ? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 71)
Meskipun begitu, para penyihir tidak takut terhadap ancaman itu setelah Allah mengaruniakan keimanan kepada mereka, lalu mereka berkata,
قَا لُوْا لَنْ نُّؤْثِرَكَ عَلٰى مَا جَآءَنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَا لَّذِيْ فَطَرَنَا فَا قْضِ مَاۤ اَنْتَ قَا ضٍ ۗ اِنَّمَا تَقْضِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا

"Mereka (para pesihir) berkata, "Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 72)
اِنَّاۤ اٰمَنَّا بِرَبِّنَا لِيَـغْفِرَ لَـنَا خَطٰيٰنَا وَمَاۤ اَكْرَهْتَـنَا عَلَيْهِ مِنَ السِّحْرِ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

"Kami benar benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 73)
اِنَّهٗ مَنْ يَّأْتِ رَبَّهٗ مُجْرِمًا فَاِ نَّ لَهٗ جَهَـنَّمَ ۚ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَ لَا يَحْيٰى

"Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (tidak dapat bertobat)." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 74)
وَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُ ولٰٓئِكَ لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰى

"Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia)," (QS. Ta Ha 20 : Ayat 75)
جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ وَذٰلِكَ جَزَآءُ مَنْ تَزَكّٰى

"(Yaitu) Surga Surga 'Adn, yang mengalir di bawahnya sungai sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri." (QS. Ta Ha 20 : Ayat 76)