Kisah Nabi dan Rasul - Hijrahnya Para Utusan Allah

Selama ini, peristiwa hijrah sangat identik dengan Nabi Muhammad ﷺ saja. Padahal, ketika kita membaca Al Qur'an, tentu kita dapati bahwa para Nabi dan Rasul selain Nabi Muhammad ﷺ pun mengalami babak baru dalam dakwah mereka dalam bentuk hijrah.

Namun, mungkin kita kurang menyadari bahwa itulah hijrah mereka, fase baru dakwahnya para utusan Allah. Meskipun banyak Nabi dan Rasul yang mengalami hijrah, hijrah mereka berbeda dengan hijrahnya Nabi Muhammad ﷺ.

Di antara Rasul Allah yang mengalami peristiwa hijrah adalah,

Nabi Ibrahim 'Alaihissalam

Mengenai hijrahnya Nabi Ibrahim 'alaihissalam, terdapat dua pendapat, kota mana yang menjadi tujuan Nabi Ibrahim 'alaihissalam setelah pergi dari negerinya, Irak.

Ada yang mengatakan bahwa beliau hijrah ke Mekkah dan yang lainnya mengatakan bahwa beliau berpindah ke Syam, ke tanah Jerusalem, Palestina. Dan tidak diragukan lagi, Nabi Ibrahim 'alaihissalam memang memasuki kedua kota tersebut. Namun, kota mana yang terlebih dahulu dikunjungi ? Wallahu a'lam.

Setidaknya ada tiga ayat yang menerangkan tentang hijrahnya Nabi Ibrahim 'alaihissalam,
فَاٰ مَنَ لَهٗ لُوْطٌ ۘ وَقَا لَ اِنِّيْ مُهَا جِرٌ اِلٰى رَبِّيْ ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

"Maka Luth membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku, sungguh, Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al 'Ankabut 29 : Ayat 26)
وَقَا لَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ

"Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (QS. As Saffat 37 : Ayat 99)
وَ اَعْتَزِلُـكُمْ وَمَا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَاَ دْعُوْا رَبِّيْ ۖ عَسٰۤى اَ لَّاۤ اَكُوْنَ بِدُعَآءِ رَبِّيْ شَقِيًّا

"Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku." (QS. Maryam 19 : Ayat 48)
Nabi Ibrahim menjauhkan diri dari peribadatan yang mereka lakukan dan juga menjauhkan diri dari tempat tersebut.

Nabi Musa 'Alaihissalam

Peristiwa hijrahnya Nabi Musa 'alaihissalam berbeda dengan hijrahnya Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan Nabi Muhammad ﷺ. Ketika hijrah, Nabi Musa 'alaihissalam belum diangkat sebagai Rasul. Adapun Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan Nabi Muhammad ﷺ telah diangkat sebagai Rasul saat keduanya berhijrah.

Peristiwa hijrahnya Nabi Musa 'alaihissalam terjadi pada saat beliau membunuh seorang laki laki Qibthi,
وَجَآءَ رَجُلٌ مِّنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ يَسْعٰى ۖ قَا لَ يٰمُوْسٰۤى اِنَّ الْمَلَاَ يَأْتَمِرُوْنَ بِكَ لِيَـقْتُلُوْكَ فَا خْرُجْ اِنِّيْ لَـكَ مِنَ النّٰصِحِيْنَ

"Dan seorang laki laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, "Wahai Musa ! Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu, maka keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang orang yang memberi nasihat kepadamu." (QS. Al Qasas 28 : Ayat 20)
Nabi Musa 'alaihissalam pun pergi menuju Madyan. Selama tinggal 10 tahun di Madyan, Nabi Musa 'alaihissalam menikahi seorang wanita putri dari laki laki sepuh di wilayah tersebut.

Perbedaan lainnya antara hijrah Nabi Muhammad ﷺ dan Nabi Musa 'alaihissalam adalah latar belakang hijrah. Jika hijrahnya Nabi Muhammad ﷺ adalah karena orang orang Mekkah telah menutup rapat diri mereka dari hidayah Islam, sementara di Madinah eksistensi dakwah secara meluas dan tegaknya negeri Islam sangat mungkin digapai. Adapun Nabi Musa 'alaihissalam berhijrah untuk menghindari kebengisan Fir'aun,
فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَّجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ

"Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul rasul." (QS. Asy Syu'ara' 26 : Ayat 21)
Dan masih banyak Nabi dan Rasul lainnya yang mengalami peristiwa hijrah, seperti Nabi Ya'qub dan Nabi Yusuf, dan lain lain.

Kesimpulannya, hijrah para Nabi yang lain berbeda dengan hijrahnya Nabi Muhammad ﷺ. Hijrah beliau ﷺ memiliki kedudukan yang begitu mulia dan juga sangat berat dalam praktiknya. Hijrah beliau ﷺ tidak dilatar belakangi dengan lari dari siksa atau adzab kaumnya.