Malaikat Arham

Malaikat Al Arham (Arab: ملاك الأرحام) adalah para malaikat yang diserahkan tugas untuk meniupkan ruh kedalam janin, mengatur rezeki, kematian, amal, kesengsaraan atau kebahagiaan di dalam rahim. Malaikat Arham memiliki tugas meniupkan debu bumi kepada janin, dimana calon makhluk itu nanti akan tercabut nyawanya oleh Malaikat Maut.

Jika seorang hamba telah sempurna empat bulan di dalam perut ibunya, maka Allah akan mengutus malaikat kepadanya dan memerintahkannya untuk melaksanakan semua ketetapan yang telah ditulis oleh Allah di Lauh Mahfuzh.

Dalam hadits Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
"Allah mengutuskan Malaikat ke dalam rahim. Malaikat berkata, "Wahai Tuhan ! Ia masih berupa air mani." Setelah beberapa waktu Malaikat berkata lagi, "Wahai Tuhan ! Ia sudah berupa darah beku." Begitu juga setelah berlalu empat puluh hari Malaikat berkata lagi, "Wahai Tuhan ! Ia sudah berupa segumpal daging." Apabila Allah membuat keputusan untuk menciptakannya menjadi manusia, maka Malaikat berkata, "Wahai Tuhan ! Orang ini akan diciptakan laki laki atau perempuan ? Celaka atau bahagia ? Bagaimana rezekinya ? Serta bagaimana pula ajalnya ?" Segala galanya dicatat sewaktu dalam perut ibunya." (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Pada saat Sakratul Maut, Allah akan membukakan tabir yang menyelubungi pandangan seseorang, sehingga akan menembus akhirat. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
لَقَدْ كُنْتَ فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ

"Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam." (QS. Qaf 50 : Ayat 22)