Malaikat Jundallah

Malaikat Jundallah

Jundallah (Arab: جند الله ) adalah para malaikat perang yang membantu Nabi Muhammad ﷺ dan pasukannya di dalam peperangan.

Wujud Malaikat Jundallah

Menurut kisah Islam, ketika Nabi Muhammad ﷺ sedang melihat lihat suasana alam langit pertama (Ar Rafii'ah), dikatakan bahwa beliau ﷺ telah melihat sosok malaikat yang sangat besar sekali ukurannya. Malaikat itu sedang menunggangi kuda yang berasal dari cahaya dan berbusana cahaya.

Malaikat yang besar itu dikelilingi oleh 70 ribu malaikat yang berbusana kan berbagai busana dan perhiasan, masing masing mereka memegang tombak yang terbuat dari cahaya dan mereka itulah yang disebut sebagai Malaikat Jundallah (Tentara Allah).

Sebuah hadits dari Imam Bukhari dan Imam Muslim, menuliskan kisah Sa'ad bin Abi Waqqas yang telah melihat dua sosok pria asing yang mengenakan pakaian putih yang berada di sisi kanan dan kiri Nabi Muhammad ﷺ. Kedua pria asing itu membantu Nabi Muhammad ﷺ pada perang Uhud, mereka adalah Malaikat Jibril dan Mikail.¹

Membantu Peperangan

Menurut kisah Islam, pada saat itu para muslimin mendapatkan keadaan pada bulan yang sangat berat, dimana para muslim memperoleh kemenangan besar. Peperangan pertama adalah pada saat Perang Badr yang terjadi pada 17 Ramadhan, pada saat diturunkannya Al Qur'an. Membuat sebuah norma atau aturan untuk membedakan mana yang benar (haq) dan salah (bathil), yaitu hari dimana dua kekuatan bertemu.

Dalam pertempuran tersebut, ketika jumlah para muslimin tidaklah banyak, tidak bersenjata dengan lengkap, dan tidak ada persiapan sama sekali. Ketika itu mereka ingin menangkap sebuah kafilah Quraisy yang dalam perjalanannya kembali dari Syria, yang dipimpin oleh Abu Sufyan.

Penangkapan ini bertujuan untuk mengambil harta harta yang telah dirampas oleh pihak Quraisy dan menggantikannya. Yang dimana secara terpaksa mereka keluar dari kampung halaman dan mereka hanya percaya dengan bantuan Allah.

Ketika Abu Sufyan mengetahui bahwa para muslimin datang, dia mengubah arah kafilah nya dan melarikan diri. Kemudian Abu Sufyan mengerahkan penduduk Mekkah sebanyak 950 pasukan dan 700 unta dan langsung bergerak ke arah Madinah. Tujuan nya untuk berhadapan langsung dengan para muslimin di Badr dan untuk menyerang para muslimin serta untuk menghentikan penyebaran Islam.

Ketika itu, para muslimin tidak memiliki persiapan untuk perang dan Nabi Muhammad ﷺ sedang berunding dengan mereka. Beliau ﷺ mendengar kalimat kalimat yang membuatnya senang dari pihak Muhajirin dan Anshar. Said bin Muadz, seorang pemimpin Anshar berkata,
"Saya bersumpah kepada Dzat yang menggenggam jiwa ku di tangan-Nya, jika seandainya engkau (Muhammad) menyeberangi lautan, maka kami akan mengikutimu dan jika engkau bergerak ke Barkil Ghimad (negeri yang jauh), kami akan mengikutimu dan tidak ada satupun dari kami yang akan menetap disini. Kami selalu sabar selama peperangan, serius dan jujur dalam konfrontasi, serta kami berharap untuk menunjukkan niat baik kami dalam menyenangkan anda, majulah dengan rahmat Allah."
Al Miqdad bin Amr berkata,
"Ya Rasulullah, kami tidak akan mengatakan kepadamu seperti perkataan Bani Israil kepada Musa, "Pergilah bertarung dengan Tuhanmu, sementara kami akan duduk disini saja." Tetapi kami akan mengatakan, "Pergilah bertarung dengan Tuhanmu dan kami akan bertarung di sampingmu juga."
Menurut syariat Islam, akhirnya pertempuran itu dimulai dengan persekutuan antara tentara bumi (kaum muslimin) dengan bantuan tentara langit (malaikat Allah). Dan dalam peperangan tersebut banyak terjadi kejadian yang diluar akal. Para malaikat itu disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam beberapa surah, diantaranya,
بَلٰۤى ۙ اِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا وَيَأْتُوْكُمْ مِّنْ فَوْرِهِمْ هٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ اٰلَا فٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِيْنَ

"Ya" (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda." (QS. Ali 'Imran 3 : Ayat 125)
اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَا سْتَجَا بَ لَـكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَ لْفٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ

"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut turut." (QS. Al Anfal 8 : Ayat 9)
وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهٖ قُلُوْبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

"Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al Anfal 8 : Ayat 10)
اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَا سَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَ قْدَا مَ 

"(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)." (QS. Al Anfal 8 : Ayat 11)
اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰٓئِكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ سَاُ لْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَا ضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَ عْنَا قِ وَا ضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَا نٍ 

"(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang orang yang telah beriman." Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap tiap ujung jari mereka." (QS. Al Anfal 8 : Ayat 12)
ثُمَّ اَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَـتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَ نْزَلَ جُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۗ وَذٰلِكَ جَزَآءُ الْـكٰفِرِيْنَ

"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang orang kafir. Itulah balasan bagi orang orang kafir." (QS. At Taubah 9 : Ayat 26)
وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَ ۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ

"...Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia." (QS. Al Muddassir 74: Ayat 31)
Seorang prajurit muslim berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa ia telah melihat malaikat sedang bertempur disisinya, sambil menunggangi kuda, tetapi kaki kuda itu tidak pernah menyentuh tanah.

Menurut kisah Islam, kemenangan itu berada di pihak tentara Islam, jatuh korban di pihak tentara Islam dinyatakan hanya 14 orang. Sementara itu di pihak Quraisy telah jatuh korban sebanyak 70 orang dan 70 orang lainnya ditangkap sebagai tawanan perang.²

Footnote

[1] Kisah dari Sa'a bin Abi Waqqash, beliau berkata,
"Aku melihat dua orang laki laki memakai baju putih di sebelah kanan dan sebelah kiri Rasulullah ﷺ pada perang Uhud. Aku sama sekali belum pernah melihat kedua orang itu sebelum maupun sesudahnya, yaitu Jibril dan Mikail." (HR. Al Bukhari dan Muslim)
[2] Jatuhnya korban jiwa dari pihak Muslim sebanyak 14 orang.